Minggu, 06 September 2009

Inspires

One should not act in an arbitrary manner with limitless ego. Everybody should enquire, "If I do this, what will happen? Whether I should do it or not?" You should see to it that you do not see what is evil, do not do what is evil and do not speak what is evil. You have to reap the consequences of your actions, if not today, at least tomorrow. You may think that God has forgiven you for your sins, but you will have to suffer the consequences of your actions, some time or the other. It is also possible that all your evil deeds may come to you, all at once. If you want society to progress and prosper, you should always keep the welfare of the society in your view.

Seseorang janganlah berperilaku semaunya sendiri dengan ego yang tanpa batas. Setiap orang harus bertanya, “Jika saya melakukan hal ini, apakah yang akan terjadi? Haruskah saya melakukannya atau tidak?” Engkau harus menanyakan hal tersebut supaya engkau tidak melihat hal-hal yang buruk, tidak melakukan perbuatan yang buruk dan tidak berbicara hal-hal yang buruk. Engkau akan menuai akibat perbuatanmu, jika tidak hari ini, paling tidak esok hari. Engkau mungkin berpikir bahwa Tuhan telah memaafkan dosa-dosamu, namun engkau tetap harus menerima akibat semua perbuatanmu, suatu saat nanti. Malahan mungkin juga bahwa semua akibat yang buruk akan datang kepadamu, semuanya secara serentak dan sekaligus. Jika engkau ingin supaya masyarakat menjadi maju dan makmur, engkau harus selalu menjaga kesejahteraan masyarakat.

- Divine Discourse, July 6, 2009.


THOUGHT FOR THE DAY

The grace of God cannot be won through the gymnastics of reason, the contortions of yoga, or the denials of asceticism. Love alone can win it; love that needs no requital; love that knows no bargaining; love that is paid gladly to the All-Loving; and love that is unwavering. Love alone can overcome obstacles however many and mighty. There is no strength more effective than purity; no bliss more satisfying than Love; no joy more restoring than Bhakti (devotion to God) and no triumph more praiseworthy than surrender.

Rahmat Tuhan tidak dapat dicapai melalui olah tubuh, gerakan-gerakan yoga, atau penyangkalan tapa brata. Kasih sendirilah yang dapat memenangkannya; kasih tidak memerlukan balasan; kasih juga tidak mengenal tawar-menawar; kasih yang diberikan dengan senang hati pada semuanya; dan kasih yang teguh tidak tergoyahkan. Kasih itu sendiri dapat mengatasi hambatan bagaimanapun besarnya hambatan tersebut. Tidak ada kekuatan yang lebih efektif daripada kemurnian; tidak ada suka cita yang lebih memuaskan daripada Kasih; tidak ada kesenangan yang lebih memulihkan daripada Bhakti dan tidak ada kemenangan yang lebih patut dipuji daripada penyerahan total (surrender).