Jumat, 02 Oktober 2009

THOUGHT FOR THE DAY

In rendering service, one should have no thought of one’s self. One should only consider how well one can render the service as an offering to the Divine. One should note the difference between Karma (action) and Karma Yoga (action as spiritual discipline). Ordinary activity is motivated by self interest or the desire to achieve some objective. In Karma Yoga, the action is desireless. Ordinary Karma is the cause of birth, death and rebirth, whereas Karma Yoga leads to freedom from birth. You should regard all service as a form of Karma Yoga – rendering service without any expectation of reward, and without even the feeling that one is ‘serving’ others. Any service done to anyone is actually service to the Divine.

Dalam memberikan pelayanan, seseorang seharusnya tidak memikirkan dirinya sendiri. Seseorang seharusnya hanya memikirkan seberapa banyak seseorang dapat memberikan pelayanan sebagai persembahan kepada Tuhan. Seseorang seharusnya memperhatikan perbedaan antara Karma (tindakan) dan Karma Yoga (tindakan sebagai disiplin rohani). Aktivitas yang dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri atau keinginan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam Karma Yoga, perbuatan yang dilakukan adalah tanpa keinginan atau tidak mengharapkan imbalan apapun. Karma merupakan penyebab kelahiran, kematian, dan kelahiran kembali, sebaliknya Karma Yoga membebaskan diri dari kelahiran kembali. Engkau seharusnya menganggap semua pelayanan sebagai bentuk dari Karma Yoga – memberikan pelayanan tanpa mengharapkan imbalan apapun, dan tanpa merasakan bahwa seseorang melayani orang lain. Pelayanan apapun yang dilakukan kepada siapapun sebenarnya merupakan pelayanan kepada Tuhan.

Dari India Langsung ke Bali


Selasa, 29 September 2009 , 10:43:00
MIRZAPUR- Aktris pemenang Oscar Julia Roberts masih melanjutkan syuting film Eat, Pray, Love di India. Senin (28/9) pengambilan gambar dilakukan di Kota Mirzapur. Ratusan penduduk berbondong-bondong menyaksikannya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah polisi berjaga-jaga dengan membawa tongkat bambu. Selain itu, ada sekitar 50 petugas berpakaian preman dan bodyguard. Mereka membentangkan kain hitam besar agar para fotografer dan kru televisi tidak bebas mengambil gambar syuting tersebut.

Namun, penjagaan serbaketat itu tak mengurangi rasa ingin tahu masyarakat dan wartawan setempat. Tak kurang akal, banyak orang yang memanjat pohon-pohon di sekitar lokasi untuk melihat wajah si Pretty Woman tersebut.

Ratusan orang lainnya naik ke atap rumah-rumah penduduk. Mereka ingin melihat jalannya syuting di lokasi yang berjarak sekitar 65 kilometer di selatan New Delhi tersebut. Roberts kemarin mengenakan tunik biru turquoise yang dipadu piyama lebar, pakaian yang biasa dikenakan para perempuan India.

Penjagaan ketat juga dilakukan di sebuah hotel resor bekas istana raja di kawasan Pataudi, tempat aktor, aktris, dan kru film menginap. Penjagaan itu dilakukan untuk menjaga privacy para aktor dan aktris film tersebut. Maklum, sejak mereka datang, pers India selalu menguntit mereka. Terutama, Roberts yang ditemani tiga anaknya.

Setelah syuting di Mirzapur, kru film tersebut bakal bergerak ke Bali, Indonesia. Di Bali, kru film itu akan menuntaskan syuting bagian ketiga dan yang terakhir dari Eat, Pray, Love. "Di India ini, kami menghabiskan semua pengambilan gambar yang dibutuhkan. Jadi, kami tidak perlu kembali syuting di sini lagi. Kami selesai syuting di sini kira-kira mulai tanggal 6 sampai 10 Oktober nanti," kata seorang kru seperti dikutip situs New Kerala.

Eat, Pray, Love dibuat berdasar kisah nyata dalam buku pemenang Pushcart Prize dengan judul yang sama karya Elizabeth Gilbert (diperankan Julia Roberts). Setelah pernikahannya di AS kandas, Elizabeth memutuskan memulai perjalanan ke India, Italia, dan Indonesia untuk menemukan jati diri. Film tersebut disutradarai oleh Ryan Murphy. Selain Roberts, film yang akan dirilis pada 2011 tersebut dibintangi Javier Bardem (No Country for Old Men), Richard Jenkins (The Visitor), Viola Davis (Doubt), dan Billy Crudup (Almost Famous).

http://www.jpnn.com