Senin, 23 November 2009

THOUGHT FOR THE DAY


The progress of the universe is interlinked with the progress of man. Any amount of development in scientific, economic and social spheres will not be of much use without mental transformation. How can we bring about this transformation? It is by keeping in check one's passions and emotions. Since mental tension is most detrimental to man's health, man should learn the art of controlling his passions and emotions, which cause stress and strain. Man should make an earnest endeavour to lead a serene and pure life. He should realise the truth that troubles and turmoil are temporary, like passing clouds. There is no scope for agitations to arise if one realises this truth. One who realises this truth will not allow his mind to be swayed by the passions of anger, cruelty, etc.

Perkembangan alam semesta saling terkait dengan perkembangan manusia. Setiap pembangunan dalam bidang ilmu pengetahuan, ekonomi dan sosial tidak akan banyak berguna tanpa transformasi mental. Bagaimana kita dapat melakukan transformasi ini? Ini dapat dilakukan dengan menjaga dan mengawasi keinginan dan emosi seseorang. Manusia seharusnya mempelajari seni mengendalikan hawa nafsu dan emosi, yang menyebabkan ketegangan dan stress, karena ketegangan mentallah yang paling merugikan kesehatan manusia. Manusia seharusnya membuat upaya yang sungguh-sungguh untuk menjalani kehidupan yang murni dan tenang. Manusia seharusnya menyadari kebenaran bahwa masalah dan kekacauan bersifat sementara seperti awan yang berlalu. Jika seseorang menyadari kebenaran ini, tidak ada kesempatan untuk munculnya pergolakan. Seseorang yang menyadari kebenaran ini tidak akan membiarkan pikirannya dipengaruhi oleh hawa nafsu kemarahan, kekejaman, dll.

Sai Inspires - 22nd November 2009

Many do not understand the real meaning of "Deho Devalayam" (Body is the temple). What is the purpose of the body which is actually a temple? It is to worship the Lord within. The temple of body is to be preserved and decorated for the sake of God there in, the Atma Swarupa. Forgetting this, people are immersed in faith in the body, bliss of the body, decoration of the body and dedication to the body. Do not hold fast to the unreal, temporary outer building called the body. Nevertheless, you should maintain the body carefully and not ruin it, because through this temple, the Lord can be seen. Hence always watch your body with care and protect it and never neglect the Lord within.

Banyak orang yang tidak memahami makna “Deho Devalayam” (Badan adalah tempat suci). Apakah kegunaan dari badan yang juga sebagai tempat suci? Badan adalah tempat suci untuk memuja Tuhan yang ada di dalam diri kita. Tempat suci berupa badan tersebut haruslah dijaga dan dihias bagi Tuhan yang bersemayam disana, sang Atma Swarupa. Akibat melupakan hal ini, orang-orang tenggelam dalam keyakinan pada badan, kesenangan untuk badan, hiasan bagi badan dan mengabdi kepada badan. Janganlah begitu terikat pada bangunan luar yang sementara dan semu yang disebut dengan badan. Meskipun demikian, engkau harus merawat badanmu dengan sebaik-baiknya dan jangan menghancurkan badanmu, karena dengan melalui tempat suci inilah, maka Tuhan bisa terlihat. Oleh karena itu tetaplah menjaga badanmu dengan penuh perhatian dan melindunginya serta janganlah mengabaikan Tuhan yang bersemayam di dalamnya.

-Divine Discourse, Prasanthi Vahini .